TIMES Cerpen

Bad Dream In Moon Eclips

Home / Opini / Bad Dream In Moon Eclips
Bad Dream In Moon Eclips Bulan (FOTO: ABC Licensed)

TIMESKALBAR, BANYUWANGI – “Tarr..!!”

Suara lesatan tembakan disusul jeritan seorang perempuan.

“Arrhh….”

Letupan peluru mengenai tubuh perempuan tua yang tak asing bagiku. Seketika tubuh itu ambruk di lantai dan mataku terbelalak.

“Ne..ne..kk,” aku berteriak sejadi-jadinya. Saat itu samar-samar kulihat seseorang menenteng pistol dan menembak nenek.

Tanpa memperhatikan sekitar, akupun langsung berlari dan berhasil merebut pistol dari tangan penjahat itu. Aku yang merasa tak terima, seketika kuarahkan pistol itu ke wajahnya.

”Tarr…!!,” tajam peluru melesat mengenai mata kanannya.

Seketika penjahat itu limbung. Kutambah beberapa kali tembakan didadanya. Penjahat itu tergeletak tanpa daya dan darah berceceran dilantai.

Tubuhku lemas dan terkejut atas apa yang telah kuperbuat. Kulihat dua jasad manusia tergeletak.

Sambil menangis aku berkata dalam hati, Apakah aku seorang pembunuh ?!.

***

Seketika aku terperanjat dan terbangun dari tidurku. Kuusap air mata yang membasahi kening dan bantalku.

Oh, ternyata kejadian yang mengerikan itu hanyalah sebuah mimpi. Aku pun merasa lega karena peristiwa itu tak benar-benar terjadi.

Aku pun duduk dan melihat di sekelilingku, teman-teman masih tertidur pulas. Kutoleh jam dinding masih menunjukkan pukul 2.30 dinihari.

Aku bergegas menyalakan lampu kamar supaya ada diantara mereka yang terbangun. Kuambil air wudhu dan berharap bisa menghilangkan bayang-bayang mimpi buruk itu.

Aku pergi ke mushala pondok atau disebut balagh untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa supaya mimpi itu tidak menjadi sebuah kenyataan.

Di balagh malam itu ada beberapa santri sedang beribadah. Ku ambil shaf paling depan untuk shalat tahajud.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com